Senin, 22 Desember 2014

Absen Jari dan Cara Mengakali Tambahan Penghasilan Pegawai Tetap Utuh

Sudah sekitar 5 bulan alat ini nongkrong di kantor. Namun secara resmi menjadi "momok" yang agak ngeri-ngeri sedap untuk para pegawai, ya baru sekitar 2 bulan ini. Gimana gak ngeri, ancamannya adalah penalty pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang besarnya cukup aduhai. Sebenarnya saya agak bingung juga, jaman dulu kala TPP gak sebesar ini, kehidupan biasa2 aja, tapi ketika TPP-nya membengkak disertai konsekuensi kedisiplinan dengan tingkat kehadiran menjadi indikatornya, maka teman2 menjadi takut kehilangan sebagian TPP-nya, yang bahkan jumlah TPP setelah dipotong masih lebih besar dibanding TPP utuh yang diterima di tahun2 sebelumnya. Eman-eman katanya...
Bahkan demi eman-eman, sebagian teman rela tidak cuti, karena kalo cuti lebih dari 3 hari, ya itu tadi siap-siap disunat TPP-nya (ini sunat resmi lho ya...)
Tapi sebenarnya ini alat apaan sih? Bisa gak diakalin? Untuk tau jawabannya simak baik-baik ya...

Rabu, 17 Desember 2014

Pertemuan yang tak disengaja dengan Sang Penemu Marka Jalan

Beberapa hari yang lalu saya update status di akun facebook, yang isinya berupa kuis dengan pertanyaan : "Siapakah penemu Marka Jalan?" Hanya 14 comment yang masuk, itupun 6 komen dari saya sendiri hahaha... Yang baca status sih mungkin banyak, cuman mau komen tapi gak tau jawabannya, mending diam, mungkin gitu ya.. ? Mungkiiiin...Dan semua jawaban yang masuk adalah salah bin ngawur... Saya sudah cek di mbah gugel, memang tidak ada jawaban memuaskan untuk keyword : penemu marka jalan. Maka saya yakin 1000% pertanyaan itu tidak akan terjawab hehehe..








Sebenarnya agak miris juga dan prihatin juga (termasuk buat saya sendiri), menilik saya dan kebanyakan friend saya adalah para kuli yang bekerja di sektor lalu lintas jalan, bahkan beberapa ada yang mencari sesuap nasi dari jualan marka jalan... Jujur saja, saya juga baru kenalan dengan sang penemu marka tersebut beberapa menit sebelum saya update status FB, itupun secara tidak sengaja karena saat itu saya menyasar sebuah blog motivasi kewirausahaan di salah satu tulisannya yang berjudul Jaya Setiabudi & Dr June McCarroll. Yes, itulah namanya June McCarroll salah satu penemu Marka Jalan. Kenapa kok salah satu, emang ada berapa orang? Oke, simak lebih lanjut...

I'm Back...!

Akhirnya setelah sekian lama, I'm back...! Ya, gairah menulis itu akhirnya muncul kembali. Tercatat terakhir kali menorehkan tulisan di blog ini dengan judul SIM = Surat Izin Membunuh adalah hampir 4 tahun lalu, tepatnya 19 Januari 2011. Lama juga ya?? Oke, semoga ini bukan sekedar gairah angin-anginan, smoga bisa langgeng, dan tentu saja semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan Anda penikmat pembaca tulisan saya.

Rabu, 19 Januari 2011

SIM = SURAT IZIN MEMBUNUH?


Tiba-tiba sebuah motor yang dikendarai seorang laki-laki usia 30 tahunan yang memboncengkan bocah kecil “nyosor” dengan santainya memotong jalan motorku yang membawa tanggungan dua nyawa lainnya, anakku dan istriku. Seketika klakson aku bunyikan dengan keras, disertai dengan kata bernada “margasatwa”. Ternyata orang ini belum puas bikin kesal aku hari itu, balik berkata “Apa Loe?” Terlanjur basah, aku bilang : Otak Loe di pake, Loe hati-hati bawa anak kecil, dasar @#..!, %$&^$" dst. Dua pihak sama-sama panas, untung istriku mendinginkan dan menyuruh orang itu untuk jalan terus saja. 

Kejadian seminggu yang lalu sebenarnya bukan sekali ini saja terjadi, sering aku harus mengajak ribut seseorang yang ugal-ugalan di jalan, istriku sudah hapal tentang itu hehehe...
Bagiku itu adalah memberi shock therapy orang-orang semacam itu, tentunya jika orang itu mau berfikir sedikit saja, “kenapa aku dimarahin, apa yang salah dengan cara berlalu lintasku?”.
Pertanyaan “bagaimana bisa orang ini lulus ujian SIM?” selalu jadi bagian dialogku dengan istri setiap kejadian itu terjadi. Orang-orang ini sudah seperti para pembunuh berdarah dingin, ada ruang sedikit langsung disikatnya, dimarahin malah balik marah, gak memikirkan orang lain, egois, bahkan terhadap anak atau istri yang diboncengkannya. Orang-orang semacam ini menurutku tidak layak dan tidak berhak ada di jalan raya sebagai seorang pengemudi. Jengkel tentunya jika kita sudah sangat berhati-hati, kita harus celaka oleh orang-orang yang sembrono, bermental tidak peduli dengan orang lain bahkan diri dan keluarganya sendiri.

Kamis, 04 Maret 2010

Benci Tapi Rindu, Sebuah Analisis Terhadap Kebijakan Rokok di Indonesia







  1. SEJARAH ROKOK
Seperti gambar diatas itulah kenyataan yang terjadi dengan rokok di Indonesia. Jika diibaratkan sebuah drama atau sinetron, maka judul yang tepat barangkali adalah “Benci Tapi Rindu”. Kehadiran rokok selalu mengundang kontroversi di dunia ini, bahkan penuh dengan misteri, ada yang suka ada yang benci, ada yang melarang ada pula yang membolehkan, ada yang menangis karenanya tapi juga ada yang tertawa karenanya, bahkan yang lebih ekstrem adalah kenyataan bahwa “tidak semua perokok suka dengan rokok”, dan bahwa “tidak semua orang yang bukan perokok membenci rokok”.
Cerita kontoversi rokok tidak terlepas dari sejarah rokok itu sendiri. Ada beberapa versi tentang sejarah rokok ini.
Sejarah rokok dimulai saat warga asli benua Amerika (Maya, Aztec dan Indian) mengisap tembakau pipa atau mengunyah tembakau sejak 1000 sebelum masehi. Tradisi membakar tembakau kemudian dimulai untuk menunjukkan persahabatan dan persaudaraan saat beberapa suku yang berbeda berkumpul, serta sebagai ritual pengobatan. Kru Columbus membawa tembakau beserta tradisi mengunyak dan membakar lewat pipa ini ke “peradaban” di Inggris. Namun demikian, seorang diplomat dan petualang perancis-lah yang justru paling berperan dalam menyebarkan popularitas rokok di seantero Eropa, orang ini adalah Jean Nicot, darimana istilah Nikotin (dari Nicot) berasal.
Versi sejarah lain mengatakan,

Selasa, 02 Maret 2010

Membuka dua akun Facebook secara bersamaan

Lho kok masih berantem lagi?, kan YM-nya sudah bisa dibuka bersama-sama? Apa... rebutan Facebook??? Wah, kalian suami istri nih mbok jangan sering ribut, masalah rebutan fesbuk aja ribut, lha wong para wakil rakyat yang memikirkan nasib rakyat saja bisa damai kok..habis umpat-umpatan trus bisa nyanyi bareng dengan mesra kok...Ayo, damai deh...
Kalo cuma rebutan facebook, lagi-lagi, bisa dilobi kok....Jadi kalian bisa buka 2 akun facebook bersamaan dalam satu komputer. Gak percaya???
Udah... salaman dulu, habis itu baca ini berdua lalu dipraktekin..
Ada beberapa cara sebenarnya, tapi kita bahas dulu 2 cara dulu,ok?

  • Cara Pertama adalah menggunakan dua browser yang berbeda, misalnya Mozilla Firefox dan Internet Explorer. Jadi akun FB yang pertama dibuka dengan Firefox, yang satunya dibuka dengan Internet Explorer. Simple kan..???
  • Cara kedua adalah membuka dua akun FB bersamaan dengan menggunakan Mozilla Firefox.
Begini caranya :

Membuka dua YM secara bersamaan dalam satu komputer

Cuman punya satu laptop, sepasang suami istri harus bergantian atau bahkan adu pukul berebut laptop untuk membuka Yahoo Messenger masing-masing. Akhirnya salah satu cemberut, ngambek, marah-marah, minta cerai....hahaha...lebay banget ya???
Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi, jaman sekarang semua bisa dikompromikan, yang penting lobby-nya, seperti yang terjadi di Republik Duit, disana konon, maling-maling tidak perlu dipenjara apalagi dijebol sel tahanannya trus digebukin massa sampai "game over", yang penting si maling harus bisa melobi....Walah kok sampai kesana sih ngomongnya, padahal intinya cuman pengin ngomong, "gak usah rebutan lagi, karena dua akun YM bisa dibuka secara bersamaan!"
Mungkin ini berita basi bagi yang pinter, yang sudah ngerti. Kalo sudah pinter jangan nyindir, kalo sudah ngerti...ya gak usah mbaca...gitu aja kok repot..(RIP Gus Dur..).
Jadi begini lho, misal seperti tadi, sepasang suami istri mau buka YM keduanya bersamaan, bahkan tiga, empat atau lebih YM sekaligus dengan satu komputer bisa dilakukan.